KECERDASAN BUATAN DAN REVOLUSI KESEHATAN DI KOTA KEPULAUAN: ANTARA TRANSFORMASI DIGITAL, OTORITAS MANUSIA, DAN MAKNA PENYEMBUHAN DIAMBON, MALUKU, INDONESIA
Keywords:
kecerdasan buatan; makna penyembuhan; otoritas manusia; sistem kesehatan kepulauan; transformasi kesehatanAbstract
Latar Belakang: Penerapan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dalam sistem kesehatan telah mendorong percepatan transformasi digital di berbagai belahan dunia. Namun, di wilayah kepulauan seperti Kota Ambon, Maluku, implementasi AI tidak hanya berkaitan dengan efisiensi teknologi, tetapi juga memunculkan persoalan etis, kultural, dan sistemik yang lebih kompleks. Tujuan: Artikel ini bertujuan untuk mengkaji secara konseptual hubungan antara transformasi digital berbasis AI, otoritas manusia dalam pengambilan keputusan klinis, serta makna penyembuhan dalam konteks sistem kesehatan kepulauan. Metode: Artikel ini menggunakan orientasi kualitatif-konseptual dengan paradigma interpretatif, dan menyajikan kerangka analitik sebagai landasan bagi penelitian empiris selanjutnya. Artikel ini tidak menyajikan data hasil wawancara, melainkan memfokuskan pada kerangka konseptual dan metodologis. Hasil: Analisis konseptual menunjukkan bahwa penerapan AI dalam konteks kepulauan perlu memperhatikan relasi antara teknologi dan otoritas manusia, serta dimensi sosial dan kultural dari praktik penyembuhan. Kesimpulan: Artikel ini berkontribusi pada diskursus kesehatan digital dengan menekankan pentingnya pendekatan yang berpusat pada manusia (human-centered approach) dalam transformasi sistem kesehatan di wilayah kepulauan.

