ANALISIS IMPLEMENTASI MODEL EDUKASI FAST UNTUK MENGURANGI STIGMA SOSIAL DAN MENINGKATKAN KEPATUHAN PENGOBATAN TUBERKULOSIS DI LAYANAN PRIMER
Keywords:
Model Edukasi FAST; Stigma sosial; Kepatuhan pengobatan; TuberkulosisAbstract
Latar Belakang: Tuberkulosis (TB) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat global termasuk Indonesia. Tuberkulosis merupakan penyakit infeksi menular yang dapat disembuhkan dan memerlukan kepatuhan dalam pengobatan. Adanya Stigma sosial sering mengurangi motivasi pasien dan berdampak pada keterlambatan diagnosis serta putus obat. Tujuan: Penelitian bertujuan untuk menganalisis implementasi Model Edukasi FAST (Familiné Andum Semangat Tumandhang) dalam menurunkan stigma sosial dan meningkatkan kepatuhan pengobatan pasien TB di Layanan Primer Kota Kediri. Metode: Penelitian menggunakan desain one-group pretest-posttest dengan sampel 40 pasien TB beserta keluarga yang dipilih secara purposive. Instrumen penelitian meliputi TB Stigma Scale dan Morisky Medication Adherence Scale (MMAS-8). Intervensi dilakukan melalui sesi edukasi kelompok selama 60–90 menit menggunakan metode diskusi, tanya jawab, dan booklet, diikuti pendampingan keluarga selama dua minggu serta evaluasi post-test pada minggu keempat. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara skor pre-test dan post-test pada kedua variabel. Rata-rata skor stigma menurun dari 94,60 menjadi 74,78 (t = 4,372; p < 0,001), sedangkan skor kepatuhan meningkat dari 1,13 menjadi 2,05 (t = 9,505; p < 0,001). Mayoritas responden sebelum intervensi mengalami tingkat stigma sedang (50%) dan kepatuhan rendah (37,5%). Setelah intervensi terjadi perbaikan yang bermakna. Kesimpulan: Model FAST terbukti efektif dalam mengurangi stigma sosial dan memperkuat kepatuhan terapi TB melalui pendekatan keluarga dan nilai budaya lokal.

